Sunday, July 15, 2018

Penggunaan Handphone membawa Manfaat atau Mudharat ?

Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Yusep Ramdani mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung 2016 sekaligus penerima manfaat Beastudi Etos Bandung 2016. Kali ini saya akan menceritakan penggunaan handphone yang saya miliki pertama kali sehingga mengantarkan saya menjadi mahasiswa penerima manfaat Beastudi Etos 2016. Beastudi Etos adalah program beasiswa untuk mahasiswa di Indonesia di Perguruan Tinggi Negeri yang sudah ditetapkan, yang mengelola biaya pendidikan, pelatihan, pembinaan serta pendampingan dengan nilai-nilai agama islam didalamnya.
Kamu pasti sudah tahu fungsi utama dibuatnya telepon genggam / handphone, dan siapa sebenarnya sasaran utama pengguna handphone. Ya, seperti yang telah kita ketahui bahwa fungsi utama telepon genggam adalah sebagai alat komunikasi jarak jauh dan sasaran utama dibuatnya handphone adalah orang dewasa yang memiliki kegiatan/ kesibukan yang sangat penting yang harus diselesaikan secara jarak jauh.

 
Sumber : https://miignon.com/hp-jadul-jauh-itu-jauh-lebih-pantas-buat-generasi-sekarang-ini-buktinya

Sadar gak sih seiring dengan perkembangan zaman pengguna handphone tidak hanya orang dewasa, melainkan anak-anak sampai bayi sekalipun ? Sadar gak sih kalau fungsi handphone tidak hanya sekedar alat komunikasi jarak jauh ? Handphone merupakan salah satu teknologi yang memiliki perkembangan paling pesat. Mulai dari bentuknya sampai fitur-fitur yang ada dalam handphone terus berkembang dan semakin canggih sampai smartphone ditemukan. Pada awalnya, fitur utama handphone hanyalah telepon dan sms (pesan singkat), namun dengan perkembangan zaman, fitur lainnya bertambah seperti game, music, video, camera, Bluetoooth, dan lain sebagainya. Fitur-fitur tambahan ini merupakan salah satu pemicu utama berkembangnya pengguna handphone, yang awalnya diperuntukkan untuk orang dewasa sekarang anak-anak pun sudah bisa memiliki dan menggunakan  handphone. Dengan fitur-fitur ini pula pengguna handphone lebih dimudahkan untuk menggenggam dunia. 

Pertama kali saya mengenal Hp yaitu pada saat kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu ada seorang teman saya yang sudah memiliki HP. Setiap hari dia membawa HP ke sekolah. Saya masih ingat betul Hp yang dia bawa tebal sekali dengan merek Nokia. Saat itu jarak rumahnya ke sekolah memang jauh dibandingkan dengan saya serta teman-teman lainnya. Hp nya dipakai untuk menghubungi orantuanya ketika pulang sekolah untuk minta dijemput.

Saat saya kelas 6, satu persatu teman yang lain juga memiliki HP, hampir 60 % teman-teman dikelas saya sudah memiliki Hp dengan fitur kamera didalamnya. Namun yang berbeda dengan teman saya saat kelas 5, mereka menggunakan HP itu tidak sesuai fungsi dan kebutuhan mereka. Beberapa kali saya melihat teman saya memainkan HP saat Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung.

Hal tersebut terjadi juga saat saya duduk di bangku Sekolah menengah Pertama, banyak teman-teman saya yang sudah memiliki HP. Saat itu adalah zamannya sms-an dengan bahasa alay didalamnya. Mungkin jika kamu seumuran dengan saya, kamu juga tahu bahasa alay apa yang digunakan. Saat itu saya cukup berpikir keras dengan apa fungsi handphone yang sebenarnya? Saya sedikit heran dengan kejadian tersebut karena teman-teman saya hidupnya hanya dengan Handphone sampai PR pun dikerjakan pagi-pagi dikelas. Sapai saya sempat berpikir apa yang akan terjadi dimasa depan jika semua manusia hanya berfokus dengan Hp nya dan meninggalkan aktivitas sosialnya.

Lalu kapan saya pertama kali memiliki HP ? Saya pertama kali punya HP pada saat kelas 10 Sekolah Menengah Atas. Saya masih ingat merek HP yang pertama kali saya miliki itu adalah Sony Experia M1 ( Kalau Kepo bisa searhing di Google). Saya membeli Handphone itu dari uang hadiah lomba membuat cerita pendek tingkat kabupaten serta uang yang sudah saya tabung sebelumnya.. Alhamdulillah uangnya cukup untuk dibelikan smartphone kala itu. Saya tidak ingin meminta uang kepada orangtua saya hanya untuk dibelikan sebuah HP. Saya memutuskan membeli HP tersebut dikarenakan saat SMA saya tidak tinggal dengan orangtua, melainkan dengan saudara di Kota. Otomatis saat itu saya sudah mulai membutuhkan alat komunikasi jarak jauh agar bisa digunakan untuk menelpon orangtua di kampung. Saat itu tidak saya pungkiri bahwa bermain Hp ternyata menyenagkan, namun saya berpikir kembali dengan tujuan dari saya membeli Hp dan memanfaatkannya dengan sebijak-bijaknya.

Saat kelas 11 saya mendengar bahwa kakak kelas saya telah dinyatakan lolos SNMPTN di UNPAD dan memperoleh beasiswa etos. Saat mendengar itu saya sedikit tak acuh dengan info tersebut. Tapi, lama kelamaan kepo juga. Saya coba cari di google (www.beastudiindonesia.net) dengan menggunakan handphone yang saya punya mengenai beastudi etos ini. Setelah dibaca, ternyata saya sangat tertarik dengan program-program yang ada di beastudi etos. Salah satunya pembinaan harian, mingguan, bulanan sampai tahunan. Selain itu saya juga tertarik dengan pembinaan English Club nya. Mulai saat itu saya bertekad harus bisa belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapat nilai baik dan ilmu yang bermanfaat serta bisa mendapatkan beasiswa tersebut agar bisa mendapatkan program-program yang telah disediakan.

Lalu pada saat kelas 12 saya juga dinyatakan lolos SNMPTN 2016 di ITB, dan sehari setelahnya  pembukaan seleksi beastudi Etos dimulai. Alhamdulillah karena saya telah mengetahui info tentang Beastudi Etos sejak satu tahun sebelumnya, saya sudah siap dengan berkas-berkas yang harus dipersiapkan. Beberapa minggu kemudian saya mendapat SMS bahwa saya dinyatakan LOLOS menjadi bagian dari keluarga  Beastudi Etos Bandung. Saat itu saya langsung sujud syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya.



4 comments: