PT
Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959, merupakan produsen
pupuk urea pertama di Indonesia. Sriwidjaja diambil sebagai nama perusahaan
untuk mengabadikan sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera
Selatan yang sangat disegani di Asia Tenggara hingga dataran Cina pada abad
ke-7 Masehi.
Pendirian
PT Pusri ditujukan untuk menghasilkan pupuk urea yang menunjang kegiatan
pertanian selaku mata pencaharian sebagaian besar penduduk Indonesia. Pabrik
PUSRI I mulai dibangun pada tanggal 14 Agustus 1961 dan mulai beroperasi pada
tahun 16 Oktober 1963 dengan kapasitas terpasang sebesar 100.000 ton urea
pertahun dan 59.411 ton ammonia pertahun.
Seiring
dengan kebutuhan pupuk yang terus meningkat dari tahun ke tahun maka dilakukan
proyek perluasan pabrik dengan membangun pabrik PUSRI II yang mulai beroperasi
pada tahun 1974, PUSRI III yang mulai beroperasi pada tahun 1976 dan PUSRI IV
yang mulai beroperasi pada tahun 1977. Namun karena faktor usia pabrik yang
relatif lama menyebabkan kinerja PUSRI II sudah tidak baik sehingga pabrik
PUSRI II dinon-aktifkan. Pabrik PUSRI III dan PUSRI IV memiliki kapasitas
terpasang sebesar 570.000 ton per tahun. Karena efisiensi yang menurun akibat
usia, PUSRI I akhirnya dihentikan operasinya pada tahun 1985 dan digantikan
oleh PUSRI IB pada tahun 1994 dengan berkapasitas 570.000 ton per tahun.
Dalam usahanya
meningkatkan efisiensi proses dan penghematan bahan baku, pada tahun 1992
dilakukan proyek optimasi bernama Ammonia
Optimization Project (AOP) untuk PUSRI III dan IV. Dengan optimasi tersebut,
produksi ammonia pabrik PUSRI III dan IV mengalami peningkatan sebesar 10%.
Pada tahun 1997, PT Pupuk Sriwidjaja ditunjuk sebagai perusahaan holding PT
Pupuk Sriwidjaja (Persero) berdasarkan PP No. 28/1997 membawahi empat
perusahaan yang bergerak di bidang industri pupuk dan petrokimia dan dua
perusahaan lain yaitu:
- PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur
- PT Pupuk
Kujang di Cikampek, Jawa Barat
- PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur
- PT
Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam
- PT Rekayasa Industri yang berkedudukan di Jakarta
- PT Mega Eltra
Pada
Tahun 2010 dilakukan pemisahan (spin off)
dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang serta
telah terjadinya pengalihan hak dan kewajiban PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)
kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagaimana tertuang di dalam Rapat Umum
Pemegang Saham – Luar Biasa (RUPS-LB) tanggal 24 Desember 2010 yang berlaku
efektif 1 Januari 2011.
Pada
tanggal 18 April 2012, Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan PT Pupuk Indonesia
Holding Company (PIHC) sebagai nama induk perusahaan yang baru, mengganti nama
PT Pusri (Persero). Namun, hingga kini PT Pupuk Sriwidjaja Palembang tetap
menggunakan brand dan merk dagang
Pusri.
Tahun 2015, dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) berbahan bakar batubara dengan kapasitas 39 MW. Pembangkit ini berlokasi
yang berdekatan dengan Pabrik Pusri eksisting guna mengantisipasi keterbatasan
gas alam sebagai bahan baku.
Pada
tahun 2014 dibangun PUSRI IIB yang menggunakan teknologi hemat energi dan ramah
lingkungan sebagai pengganti PUSRI II yang sudah tidak efisien lagi
pengoperasiannya. PUSRI IIB memiliki kapasitas terpasang 2.618.000 ton per
tahun dan mulai beroperasi sejak tahun 2016. Sebagai pengembangan produk pupuk,
PT Pusri membangun satu unit Pabrik Pupuk NPK dengan kapasitas 100.000 ton per
tahun yang mulai beroperasi pada bulan Maret tahun 2016.
PT Pusri memperoleh
Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dalam
Pengelolaan Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup Periode 2010-2016
dengan Peringkat “HIJAU”. Serta penghargaan Industri Hijau Tahun 2016 Level 4
dari Kementrian Perindustrian.
Berikut adalah sejarah singkat PT Pupuk
Sriwidaja Palembang:
|
NO
|
Tahun
|
Keterangan
|
|
1
|
1959
|
Peresmian dan pendirian pabrik
pupuk urea pertama (Pusri I) PT Pupuk Sriwidjaja.
|
|
2
|
1963
|
Pabrik Pusri I mulai beroprasi
|
|
3
|
1974
|
Pembangunan pabrik Pusri II
|
|
4
|
1976-1977
|
Pengoperasian pabrik Pusri III dan
IV dengan kapasitas 570.000 ton urea per tahun
|
|
5
|
1990
|
Dibangun Pabrik Pusri I-B sebagai pengganti
Pabrik Pusri I yang sudah tidak beroperasi sejak 1987.
|
|
6
|
1994
|
Pabrik I-B mulai berproduksi.
|
|
7
|
2010
|
Pemisahan (spin
off) dari perusahaan Perseroan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan
pengalihan hak serta kewajiban PT Pusri (Persero) kepada PT Pusri Palembang.
|
|
8
|
2013-2016
|
Revitalisasi dengan pembangunan
pabrik Pusri II-B.
|
Sumber :
http://www.pusri.co.id/
http://www.pusri.org/index05.php
No comments:
Post a Comment