Saturday, July 11, 2020

Sejarah PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PT Pusri)



Pupuk Sriwidjaja Palembang - Wikipedia

PT Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959, merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia. Sriwidjaja diambil sebagai nama perusahaan untuk mengabadikan sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan yang sangat disegani di Asia Tenggara hingga dataran Cina pada abad ke-7 Masehi.
Pendirian PT Pusri ditujukan untuk menghasilkan pupuk urea yang menunjang kegiatan pertanian selaku mata pencaharian sebagaian besar penduduk Indonesia. Pabrik PUSRI I mulai dibangun pada tanggal 14 Agustus 1961 dan mulai beroperasi pada tahun 16 Oktober 1963 dengan kapasitas terpasang sebesar 100.000 ton urea pertahun dan 59.411 ton ammonia pertahun.
Seiring dengan kebutuhan pupuk yang terus meningkat dari tahun ke tahun maka dilakukan proyek perluasan pabrik dengan membangun pabrik PUSRI II yang mulai beroperasi pada tahun 1974, PUSRI III yang mulai beroperasi pada tahun 1976 dan PUSRI IV yang mulai beroperasi pada tahun 1977. Namun karena faktor usia pabrik yang relatif lama menyebabkan kinerja PUSRI II sudah tidak baik sehingga pabrik PUSRI II dinon-aktifkan. Pabrik PUSRI III dan PUSRI IV memiliki kapasitas terpasang sebesar 570.000 ton per tahun. Karena efisiensi yang menurun akibat usia, PUSRI I akhirnya dihentikan operasinya pada tahun 1985 dan digantikan oleh PUSRI IB pada tahun 1994 dengan berkapasitas 570.000 ton per tahun.
Dalam usahanya meningkatkan efisiensi proses dan penghematan bahan baku, pada tahun 1992 dilakukan proyek optimasi bernama Ammonia Optimization Project (AOP) untuk PUSRI III dan IV. Dengan optimasi tersebut, produksi ammonia pabrik PUSRI III dan IV mengalami peningkatan sebesar 10%. Pada tahun 1997, PT Pupuk Sriwidjaja ditunjuk sebagai perusahaan holding PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berdasarkan PP No. 28/1997 membawahi empat perusahaan yang bergerak di bidang industri pupuk dan petrokimia dan dua perusahaan lain yaitu:

  1. PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur
  2. PT Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat
  3. PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur
  4.  PT Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam
  5. PT Rekayasa Industri yang berkedudukan di Jakarta
  6. PT Mega Eltra


Pada Tahun 2010 dilakukan pemisahan (spin off) dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang serta telah terjadinya pengalihan hak dan kewajiban PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagaimana tertuang di dalam Rapat Umum Pemegang Saham – Luar Biasa (RUPS-LB) tanggal 24 Desember 2010 yang berlaku efektif 1 Januari 2011.
Pada tanggal 18 April 2012, Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebagai nama induk perusahaan yang baru, mengganti nama PT Pusri (Persero). Namun, hingga kini PT Pupuk Sriwidjaja Palembang tetap menggunakan brand dan merk dagang Pusri.
Tahun  2015, dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara dengan kapasitas 39 MW. Pembangkit ini berlokasi yang berdekatan dengan Pabrik Pusri eksisting guna mengantisipasi keterbatasan gas alam sebagai bahan baku.
Pada tahun 2014 dibangun PUSRI IIB yang menggunakan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan sebagai pengganti PUSRI II yang sudah tidak efisien lagi pengoperasiannya. PUSRI IIB memiliki kapasitas terpasang 2.618.000 ton per tahun dan mulai beroperasi sejak tahun 2016. Sebagai pengembangan produk pupuk, PT Pusri membangun satu unit Pabrik Pupuk NPK dengan kapasitas 100.000 ton per tahun yang mulai beroperasi pada bulan Maret tahun 2016.
PT Pusri memperoleh Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup Periode 2010-2016 dengan Peringkat “HIJAU”. Serta penghargaan Industri Hijau Tahun 2016 Level 4 dari Kementrian Perindustrian.

Berikut adalah sejarah singkat PT Pupuk Sriwidaja Palembang:
Tabel 1. Sejarah Singkat PT Pupuk Sriwidaja Palembang
NO
Tahun
Keterangan
1
1959
Peresmian dan pendirian pabrik pupuk urea pertama (Pusri I) PT Pupuk Sriwidjaja.
2
1963
Pabrik Pusri I mulai beroprasi
3
1974
Pembangunan pabrik Pusri II
4
1976-1977
Pengoperasian pabrik Pusri III dan IV dengan kapasitas 570.000 ton urea per tahun
5
1990
Dibangun Pabrik Pusri I-B sebagai pengganti Pabrik Pusri I yang sudah tidak beroperasi sejak 1987.
6
1994
Pabrik I-B mulai berproduksi.
7
2010
Pemisahan  (spin off) dari perusahaan Perseroan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan pengalihan hak serta kewajiban PT Pusri (Persero) kepada PT Pusri Palembang.
8
2013-2016
Revitalisasi dengan pembangunan pabrik Pusri II-B.


Sumber :
http://www.pusri.co.id/
http://www.pusri.org/index05.php

Sunday, July 15, 2018

Penggunaan Handphone membawa Manfaat atau Mudharat ?

Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Yusep Ramdani mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung 2016 sekaligus penerima manfaat Beastudi Etos Bandung 2016. Kali ini saya akan menceritakan penggunaan handphone yang saya miliki pertama kali sehingga mengantarkan saya menjadi mahasiswa penerima manfaat Beastudi Etos 2016. Beastudi Etos adalah program beasiswa untuk mahasiswa di Indonesia di Perguruan Tinggi Negeri yang sudah ditetapkan, yang mengelola biaya pendidikan, pelatihan, pembinaan serta pendampingan dengan nilai-nilai agama islam didalamnya.
Kamu pasti sudah tahu fungsi utama dibuatnya telepon genggam / handphone, dan siapa sebenarnya sasaran utama pengguna handphone. Ya, seperti yang telah kita ketahui bahwa fungsi utama telepon genggam adalah sebagai alat komunikasi jarak jauh dan sasaran utama dibuatnya handphone adalah orang dewasa yang memiliki kegiatan/ kesibukan yang sangat penting yang harus diselesaikan secara jarak jauh.

 
Sumber : https://miignon.com/hp-jadul-jauh-itu-jauh-lebih-pantas-buat-generasi-sekarang-ini-buktinya

Sadar gak sih seiring dengan perkembangan zaman pengguna handphone tidak hanya orang dewasa, melainkan anak-anak sampai bayi sekalipun ? Sadar gak sih kalau fungsi handphone tidak hanya sekedar alat komunikasi jarak jauh ? Handphone merupakan salah satu teknologi yang memiliki perkembangan paling pesat. Mulai dari bentuknya sampai fitur-fitur yang ada dalam handphone terus berkembang dan semakin canggih sampai smartphone ditemukan. Pada awalnya, fitur utama handphone hanyalah telepon dan sms (pesan singkat), namun dengan perkembangan zaman, fitur lainnya bertambah seperti game, music, video, camera, Bluetoooth, dan lain sebagainya. Fitur-fitur tambahan ini merupakan salah satu pemicu utama berkembangnya pengguna handphone, yang awalnya diperuntukkan untuk orang dewasa sekarang anak-anak pun sudah bisa memiliki dan menggunakan  handphone. Dengan fitur-fitur ini pula pengguna handphone lebih dimudahkan untuk menggenggam dunia. 

Pertama kali saya mengenal Hp yaitu pada saat kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu ada seorang teman saya yang sudah memiliki HP. Setiap hari dia membawa HP ke sekolah. Saya masih ingat betul Hp yang dia bawa tebal sekali dengan merek Nokia. Saat itu jarak rumahnya ke sekolah memang jauh dibandingkan dengan saya serta teman-teman lainnya. Hp nya dipakai untuk menghubungi orantuanya ketika pulang sekolah untuk minta dijemput.

Saat saya kelas 6, satu persatu teman yang lain juga memiliki HP, hampir 60 % teman-teman dikelas saya sudah memiliki Hp dengan fitur kamera didalamnya. Namun yang berbeda dengan teman saya saat kelas 5, mereka menggunakan HP itu tidak sesuai fungsi dan kebutuhan mereka. Beberapa kali saya melihat teman saya memainkan HP saat Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung.

Hal tersebut terjadi juga saat saya duduk di bangku Sekolah menengah Pertama, banyak teman-teman saya yang sudah memiliki HP. Saat itu adalah zamannya sms-an dengan bahasa alay didalamnya. Mungkin jika kamu seumuran dengan saya, kamu juga tahu bahasa alay apa yang digunakan. Saat itu saya cukup berpikir keras dengan apa fungsi handphone yang sebenarnya? Saya sedikit heran dengan kejadian tersebut karena teman-teman saya hidupnya hanya dengan Handphone sampai PR pun dikerjakan pagi-pagi dikelas. Sapai saya sempat berpikir apa yang akan terjadi dimasa depan jika semua manusia hanya berfokus dengan Hp nya dan meninggalkan aktivitas sosialnya.

Lalu kapan saya pertama kali memiliki HP ? Saya pertama kali punya HP pada saat kelas 10 Sekolah Menengah Atas. Saya masih ingat merek HP yang pertama kali saya miliki itu adalah Sony Experia M1 ( Kalau Kepo bisa searhing di Google). Saya membeli Handphone itu dari uang hadiah lomba membuat cerita pendek tingkat kabupaten serta uang yang sudah saya tabung sebelumnya.. Alhamdulillah uangnya cukup untuk dibelikan smartphone kala itu. Saya tidak ingin meminta uang kepada orangtua saya hanya untuk dibelikan sebuah HP. Saya memutuskan membeli HP tersebut dikarenakan saat SMA saya tidak tinggal dengan orangtua, melainkan dengan saudara di Kota. Otomatis saat itu saya sudah mulai membutuhkan alat komunikasi jarak jauh agar bisa digunakan untuk menelpon orangtua di kampung. Saat itu tidak saya pungkiri bahwa bermain Hp ternyata menyenagkan, namun saya berpikir kembali dengan tujuan dari saya membeli Hp dan memanfaatkannya dengan sebijak-bijaknya.

Saat kelas 11 saya mendengar bahwa kakak kelas saya telah dinyatakan lolos SNMPTN di UNPAD dan memperoleh beasiswa etos. Saat mendengar itu saya sedikit tak acuh dengan info tersebut. Tapi, lama kelamaan kepo juga. Saya coba cari di google (www.beastudiindonesia.net) dengan menggunakan handphone yang saya punya mengenai beastudi etos ini. Setelah dibaca, ternyata saya sangat tertarik dengan program-program yang ada di beastudi etos. Salah satunya pembinaan harian, mingguan, bulanan sampai tahunan. Selain itu saya juga tertarik dengan pembinaan English Club nya. Mulai saat itu saya bertekad harus bisa belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapat nilai baik dan ilmu yang bermanfaat serta bisa mendapatkan beasiswa tersebut agar bisa mendapatkan program-program yang telah disediakan.

Lalu pada saat kelas 12 saya juga dinyatakan lolos SNMPTN 2016 di ITB, dan sehari setelahnya  pembukaan seleksi beastudi Etos dimulai. Alhamdulillah karena saya telah mengetahui info tentang Beastudi Etos sejak satu tahun sebelumnya, saya sudah siap dengan berkas-berkas yang harus dipersiapkan. Beberapa minggu kemudian saya mendapat SMS bahwa saya dinyatakan LOLOS menjadi bagian dari keluarga  Beastudi Etos Bandung. Saat itu saya langsung sujud syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya.



Sunday, November 12, 2017

Pilihanmu Tanggung Jawabmu



Inget gak sih waktu kelas 12 pernah ngobrol bareng temen – temen seandainya kalau udah lulus SMA mau ngapain ? Apakah semuanya punya pemikiran yang sama dengan kita ? Apakah mau kuliah, kerja, atau menikah ? Pasti pemikiran kita dengan teman – teman berbeda. Ada yang punya rencana untuk kuliah dengan jurusan yang sudah diidamkan sejak kecil, ada  yang mau  kuliah dengan jurusan tertentu karena diminta orangtuanya , bahkan ada yang masih bingung mau jurusan apa dan masuk perguruan tinggi mana. Selain itu, mungkin ada dari beberapa teman kita yang memilih untuk tidak langsung kuliah melainkan bekerja dulu selama satu tahun, lalu kuliah di tahun selajutnya karena beberapa alasan. Bahkan mungkin saja sudah ada yang merencanakan untuk menikah.
Banyak yang bilang kalau kehidupan yang sesungguhnya adalah saat lulus dari bangku sekolah. Terutama lulusan SMA/sederajat. Banyak sekali pilihan yang ada didepan mata, seperti yang sudah dibahas diatas misalnya melanjutkan kuliah. Hidup adalah pilihan, mungkin sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini.
Mungkin saja rencana-rencana yang telah disusun sejak lama bisa berubah seketika setelah kelulusan tiba. Seperti yang dialami teman saya, sebut saja Mawar. Sejak SD dia sangat menyukai pelajaran matematika dan punya cita – cita untuk kuliah di UPI dan menjadi guru matematika. Saat pengumuman SNMPTN dia diterima di Pendidikan Matematika UPI, namun karena ada kesalahan saat pengisian data pendapatan orangtua, UKT yang didapat melebihi kesanggupan orangtuanya. Sedangkan dia dan keluarganya merupakan keluarga yang kurang mampu. Karena tidak ingin membebani orangtuanya, dia melepas hasil SNMPTN nya dan memilih untuk bekerja. Dan sekarang dia kuliah di perguruan tinggi swasta dengan jurusan yang sama. Selain itu, saya juga memiliki rencana yang telah disusun, ternyata berbeda dengan hasil akhirnya. Saya ingin kuliah dengan jurusan Teknik Planologi, namun karena beberapa hal, pada akhirnya saya kuliah di jurusan Teknik Lingkungan. Saat pertama kali saya kuliah di jurusan ini saya merasa ragu bisa mengikuti perkuliahan ataukah tidak, karena saya lemah di pelajaran kimia. Tapi lama kelamaan saya merasa nyaman dan bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Dan saya merasa bahwa jurusan ini sangat cocok dengan saya.
Ikhtiar dan tawakkal hanyalah sebuah sarana untuk mencapai tujuan kita. Segala sesuatunya hanya berhak ditentukan oleh Allah. Artinya, tujuan atau mimpi yang ingin kita capai belum tentu akan kita raih, sekalipun telah melakukan ikhtiar dan tawakkal yang banyak. Kenapa demikian? Apakah Allah murka pada kita? Ternyata Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Termasuk segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu daripada kita sendiri. Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala sesuatu yang menurut kita baik, ternyata belum tentu baik menurut Allah.
Setelah kita berada pada pilihan yang kita pilih, maupun pilihan yang dikehendaki oleh Allah, sekaligus kita juga memililiki tanggung jawab atas pilihan tersebut. Dan kita sendiri yang menentukan bagaimana kita kedepannya atas pilihan kita dan atas kepercayaan Allah kepada kita. Apakah akan dilaksanakan sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab , ataukah sebaliknya ?
Pernah gak sih kita mengeluh karena dosen memberikan banyak tugas ? Pernah gak sih kita mengeluh kenapa kuliah itu sangat capek di bandingkan saat sekolah ? Padahal semua itu adalah pilihan kita . Bukankah kita seharusnya menjalaninya dengan ikhlas dan penuh kesabaran ? Apakah dengan mengeluh semuanya akan terasa ringan ? Bukankah pada dasarnya pilihan yang kita pilih merupakan pilihan yang memiliki resiko dan tanggungjawab yang harus dijalani ?
Setelah lulus SMA, kita memilih untuk kuliah. Dengan pilihan ini kita sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat , bangsa dan negara serta kapada Allah.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Sebagai mahasiswa kita memiliki kewajiban untuk belajar dengan sungguh-sungguh . Terkadang kita tidak menyadari bahwa belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh sangat diperlukan untuk meraih cita-cita yang diharapkan. Terkadang kita tidak bersungguh-sungguh dalam beajar karena merasa malas, jenuh, ataupun bosan. Untuk itu, diperlukan motivasi diri yang sangat kuat untuk melawan semua itu. Salah satunya dengan mengingat kembali cita-cita yang kita harapkan, mengingat kembali tujuan kuliah yang sebenarnya.
Tanggung jawab terhadap orangtua, jika kita merasa malas atau berada pada titik jenuh saat belajar, cobalah mengingat kedua orangtua kita yang telah susah payah mencari nafkah untuk membiayai kuliah kita dan kehidupan sehari-hari selama kuliah.
Tanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara, sebagian besar mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi disubsidi oleh masyarakat melalui pajak yang diberikan kepada negara, untuk itu jika kita tidak bersungguh-sungguh saat kuliah, secara tidak langsung kita telah menzalimi masyarakat dan menyia-nyiakan waktu kita dan merugikan bangsa dan negara kita.
Tanggung jawab terhadap Allah, Allah telah memercayakan kepada kita untuk memiliki kesempatan yang lebih dibandingkan dengan yang lain yaitu  mengenyam pendidikan lebih di perguruan tinggi, oleh karena itu jika kita tidak bersungguh-sungguh dalam belajar maka kita telah lalai dalam kesempatan dan karunia yanng telah Allah berikan.  
Untuk kita yang sudah diberi kesempatan kuliah, walaupun banyak sekali tugas yang ada sampai kita mengambil jatah tidur untuk tugas, sehingga kita kurang tidur, nikmati saja.  Banyak sekali orang yang tidak bisa kuliah. Kalau kita merasa lelah dalam belajar atau banyak masalah dalam perkuliahan, ingat kembali perjuangan kita masuk kuliah dulu.
Semua orang punya kesempatan yang sama. Sayangnya, terkadang kesempatan itu tidak memilih orang yang sangat menginginkannya. Justru kesempatan lain yang tidak diinginkan yang memilih orang itu. Yang pasti, ketika kesempatan memilih kita, itu memang jalan kita atas kehendak Allah SWT. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita. Marilah berusaha untuk  melakukan yang terbaik dengan bersungguh-sungguh atas segala kesempatan yang kita dapatkan.