Inget gak sih waktu kelas 12 pernah
ngobrol bareng temen – temen seandainya kalau udah lulus SMA mau ngapain ? Apakah
semuanya punya pemikiran yang sama dengan kita ? Apakah mau kuliah, kerja, atau
menikah ? Pasti pemikiran kita dengan teman – teman berbeda. Ada yang punya
rencana untuk kuliah dengan jurusan yang sudah diidamkan sejak kecil, ada yang mau
kuliah dengan jurusan tertentu karena diminta orangtuanya , bahkan ada
yang masih bingung mau jurusan apa dan masuk perguruan tinggi mana. Selain itu,
mungkin ada dari beberapa teman kita yang memilih untuk tidak langsung kuliah
melainkan bekerja dulu selama satu tahun, lalu kuliah di tahun selajutnya
karena beberapa alasan. Bahkan mungkin saja sudah ada yang merencanakan untuk menikah.
Banyak yang bilang kalau kehidupan yang
sesungguhnya adalah saat lulus dari bangku sekolah. Terutama lulusan
SMA/sederajat. Banyak sekali pilihan yang ada didepan mata, seperti yang sudah
dibahas diatas misalnya melanjutkan kuliah. Hidup adalah pilihan, mungkin
sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus
mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan
ini.
Mungkin saja rencana-rencana yang telah
disusun sejak lama bisa berubah seketika setelah kelulusan tiba. Seperti yang
dialami teman saya, sebut saja Mawar. Sejak SD dia sangat menyukai pelajaran
matematika dan punya cita – cita untuk kuliah di UPI dan menjadi guru
matematika. Saat pengumuman SNMPTN dia diterima di Pendidikan Matematika UPI,
namun karena ada kesalahan saat pengisian data pendapatan orangtua, UKT yang
didapat melebihi kesanggupan orangtuanya. Sedangkan dia dan keluarganya merupakan
keluarga yang kurang mampu. Karena tidak ingin membebani orangtuanya, dia
melepas hasil SNMPTN nya dan memilih untuk bekerja. Dan sekarang dia kuliah di
perguruan tinggi swasta dengan jurusan yang sama. Selain itu, saya juga
memiliki rencana yang telah disusun, ternyata berbeda dengan hasil akhirnya.
Saya ingin kuliah dengan jurusan Teknik Planologi, namun karena beberapa hal, pada
akhirnya saya kuliah di jurusan Teknik Lingkungan. Saat pertama kali saya
kuliah di jurusan ini saya merasa ragu bisa mengikuti perkuliahan ataukah
tidak, karena saya lemah di pelajaran kimia. Tapi lama kelamaan saya merasa nyaman
dan bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Dan saya merasa bahwa jurusan ini
sangat cocok dengan saya.
Ikhtiar dan tawakkal hanyalah sebuah sarana
untuk mencapai tujuan kita. Segala sesuatunya hanya berhak ditentukan oleh
Allah. Artinya, tujuan atau mimpi yang ingin kita capai belum tentu akan kita
raih, sekalipun telah melakukan ikhtiar dan tawakkal yang banyak. Kenapa
demikian? Apakah Allah murka pada kita? Ternyata
Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Termasuk
segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu daripada kita sendiri.
Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala sesuatu yang menurut kita
baik, ternyata belum tentu baik menurut Allah.
Setelah kita berada pada pilihan yang kita
pilih, maupun pilihan yang dikehendaki oleh Allah, sekaligus kita juga memililiki
tanggung jawab atas pilihan tersebut. Dan kita sendiri yang menentukan
bagaimana kita kedepannya atas pilihan kita dan atas kepercayaan Allah kepada
kita. Apakah akan dilaksanakan sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab ,
ataukah sebaliknya ?
Pernah gak sih kita mengeluh karena dosen
memberikan banyak tugas ? Pernah gak sih kita mengeluh kenapa kuliah itu sangat
capek di bandingkan saat sekolah ? Padahal semua itu adalah pilihan kita . Bukankah
kita seharusnya menjalaninya dengan ikhlas dan penuh kesabaran ? Apakah dengan
mengeluh semuanya akan terasa ringan ? Bukankah pada dasarnya pilihan yang kita
pilih merupakan pilihan yang memiliki resiko dan tanggungjawab yang harus
dijalani ?
Setelah lulus SMA, kita memilih untuk
kuliah. Dengan pilihan ini kita sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab kepada
diri sendiri, keluarga, masyarakat , bangsa dan negara serta kapada Allah.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu
menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan
mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Sebagai mahasiswa kita
memiliki kewajiban untuk belajar dengan sungguh-sungguh . Terkadang kita tidak
menyadari bahwa belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh sangat diperlukan
untuk meraih cita-cita yang diharapkan. Terkadang kita tidak bersungguh-sungguh
dalam beajar karena merasa malas, jenuh, ataupun bosan. Untuk itu, diperlukan motivasi
diri yang sangat kuat untuk melawan semua itu. Salah satunya dengan mengingat
kembali cita-cita yang kita harapkan, mengingat kembali tujuan kuliah yang
sebenarnya.
Tanggung jawab terhadap orangtua, jika
kita merasa malas atau berada pada titik jenuh saat belajar, cobalah mengingat
kedua orangtua kita yang telah susah payah mencari nafkah untuk membiayai
kuliah kita dan kehidupan sehari-hari selama kuliah.
Tanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa
dan negara, sebagian besar mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi disubsidi oleh
masyarakat melalui pajak yang diberikan kepada negara, untuk itu jika kita
tidak bersungguh-sungguh saat kuliah, secara tidak langsung kita telah menzalimi
masyarakat dan menyia-nyiakan waktu kita dan merugikan bangsa dan negara kita.
Tanggung jawab terhadap Allah, Allah telah
memercayakan kepada kita untuk memiliki kesempatan yang lebih dibandingkan
dengan yang lain yaitu mengenyam
pendidikan lebih di perguruan tinggi, oleh karena itu jika kita tidak
bersungguh-sungguh dalam belajar maka kita telah lalai dalam kesempatan dan
karunia yanng telah Allah berikan.
Untuk kita yang sudah diberi kesempatan
kuliah, walaupun banyak sekali tugas yang ada sampai kita mengambil jatah tidur
untuk tugas, sehingga kita kurang tidur, nikmati saja. Banyak sekali orang yang tidak bisa kuliah.
Kalau kita merasa lelah dalam belajar atau banyak masalah dalam perkuliahan, ingat
kembali perjuangan kita masuk kuliah dulu.
Semua orang punya kesempatan yang sama. Sayangnya,
terkadang kesempatan itu tidak memilih orang yang sangat menginginkannya.
Justru kesempatan lain yang tidak diinginkan yang memilih orang itu. Yang
pasti, ketika kesempatan memilih kita, itu memang jalan kita atas kehendak
Allah SWT. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita. Marilah berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan
bersungguh-sungguh atas segala kesempatan yang kita dapatkan.